Rabu, 29 Agustus 2012

AKHIRNYA PENGUSUNG KHILAFAH ITU PECAH JUGA....

Hizb Dakwah Islam (HDI) Harokah Baru Yang Paling Ditakuti HTI


Pasca DPP HTI menarik diri dari FUI (yang akhirnya mau nggak mau terjadi polemik yang berakhir dengan perubahan struktural di tubuh DPP HTI) Awalnya saya hanya mengamati sepak terjang kedua kubu DPP HTI dengan DPP HDI (Didirikan oleh M. Al Khaththath dan beberapa eks-syabab HTI yang DIKELUARKAN dari keanggotaan HTI karena menolak untuk keluar dari FUI, ada juga anggota DPP HTI yang keluar dan EKSODUS ke DPP HDI walaupun tidak terkait langsung dengan masalah ini).


Namanya juga mengamati jadi saya kumpulkan fakta-fakta yang berkembang hingga saat ini. Berdasarkan fakta-fakta yang saya temui, Akhirnya saya berkesimpulan ternyata Kebijakan-kebijakan internal DPP HTI menunjukkan bahwa mereka sangat takut sekali terhadap harokah baru bernama HDI, saya nggak habis pikir bukannya syabab HTI itu diikat dengan pemikiran, logikanya nggak akan bisa dengan mudah untuk berubah kecuali dengan pemikiran pula. tapi ini kok sampai segitunya DPP HTI berusaha membentengi para syababnya hingga kalau saya amati menjurus kepada fitnah yang amat keji.

Apa DPP HTI mungkin tahu bahwa secara pemikiran HDI bisa mempengaruhi para syababnya hingga harus membuat kebijakan demikian. Atau mereka sadar kalau pemikiran HDI itu memang realnya lebih Baik dari HTI?...

Saya berusaha untuk menyimpan fakta-fakta, tapi melihat situasi yang berkembang bukannya lebih baik tapi malah menjadi-jadi akhirnya saya nggak mampu lagi untuk menyimpannnya....Saya melihat ketakutan DPP HTI terhadap HDI (yang faktanya masih kecil) sudah diluar akal sehat, mungkin kecil-kecil cabe rawit kali ya HDI itu....

HDI
 
Hizb Dakwah Islam (HDI) adalah Partai Islam yang memperjuangkan tegaknya Khilafah Islamiyyah 'ala Manhajin Nubuwwah. Menggalang persatuan umat Islam untuk tegaknya Khilafah Islamiyyah. Suatu partai yang dirindukan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Karena partai ini sangat aktif dalam pembelaan terhadap umat Islam. Dibawah pimpinan KH.Muhammad Al-Khaththath, sekaligus Sekjend Forum Umat Islam.

HDI bersama-sama elemen umat Islam yang lain. Berjuang keras untuk menegakkan kembali Khilafah Islam, yang pada tanggal 3 Maret 1924, telah dihancurkan oleh Mustafa Kemal Attaturk yang merupakan agen Inggris, dan digantikan dengan Republik Turki.

Tiadanya khalifah yang menjadi pengayom dan pelindung, menjadikan kaum muslimin laksana makanan lezat yang disantap musuh-musuhnya. Satu persatu negeri Islam tunduk patuh dalam dominasi penjajah kafir, wilayahnya diduduki, kekayaan alamnya dirampas, kehormatannya diinjak-injak, tanpa mampu memberikan perlawanan.

Kaum muslimin kehilangan sarana mewujudkan misi mulia dihadirkannya mereka di muka bumi, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).

Tapi kini, orang mulai menyadari kehancuran dan kebobrokan yang ditimbulkan kapitalisme sekularisme. Gerakan perjuangan menegakkan (kembali) Khilafah Islam yang awalnya sayup-sayup terdengar, kini semakin kencang menggelora di seantero negeri.

9 komentar:

  1. penerapan syariat Islam ya tdk tergantung dengan khilafah atau bukan khilafah, negara sekuler atau negara Islam, buktinya khilafah stlh era Saidina Ali bin Abi Thalib maupun yg sekarang ada di Timur Tengah tak mampu menerapkan syariat Islamnya.

    Syariat Islam itu ya tergantung dengan kemampuan sang pemimpin yang ngaku Muslim dimana 'dia' telah dianugerahi peran sebagai penguasa atau 'orang nomor satu' itu sendiri:

    Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu KHALIFAH (penguasa ya raja, sultan, PRESIDEN, gubernur, bupati dsb.) di muka bumi (ini, INDONESIA), maka BERILAH KEPUTUSAN (atas semua perkara yang terjadi) di antara manusia (RAKYATMU) dengan ADIL dan janganlah kamu mengikuti hawa emosi, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. Shaad:26).

    Ya kalau mau menambah 'lebel' Islam atau lebel lainnya sepanjang tidak melanggar prinsip2 ajaran Islam dibidang kekuasaan dan politik itu kan lebih baik sebagai syiar Islam dan semakin kuat tanggungjawabnya kehadirat Allah Ta'ala.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berpecah belah adalah melanggar prinsip dalam Islam yang memerintahkan bersatu (berjama'ah) dengan 1 pemimpin sentral.

      Hapus
    2. Kalau kita menilik sejarah kekhalifahan sepeninggal nabi, dari ke emapt khalifah, Ali bin abi tholib lah secara ILMU maupun AMALIYAHnya yang paling tinggi di sisi ALLAH, dengan mengambil bukti bahwa nabi pernah bersabda yang pada intinya: "....bila ada Nabi setelahku, maka Ali itu adalah seorang Nabi, tapi akulah (nabi Muhammad) penutup nabi-nabi......"

      NABI adalah derajat yang paling tinggi bagi manusia di sisi Allah.

      Akan tetapi di masa khalifah ALi banyak pertikaian antara jamaah muslimin, mulai terlihat perpecahan dikalangan kaum muslimin.
      Secara lahiriyah masa peperintahan Ali tidak lebih baik dari 3 khalifah sebelumnya.
      Perpecahan itu timbul dari orang-orang islam sendiri yang gila kedudukan, sehingga tidak rela dengan khalifah yang ada walaupun khalifah yang ada adalah seorang yang sangat sholeh di sisi Allah.
      Mulai dari situlah orang-orang islam sendiri secara tidak sadar, penyakit hati (iri, dengaki, hasad) mulai menggerogoti hati. Dan kebanyakan mereka memperturutkan hawa nafsunya. QS Al Israa 53.
      Diantara mereka yang berselisih, karena mereka telah menyadari kalau dirinya di permainkan syetan, mereka melakukan taubat nasukha.
      Sedangkan mereka yang tidak pernah sadar dengan hal itu, mereka di ombang-ambingkan oleh syetan hingga akhir hayatnya.

      Insya Allah perselisihan seperti ini telah menjadi sunatullah dari jaman dahulu kala, sebagai landasannya : QS.Al Baqoroh 213, QS.Ali Imran 19, QS. Ali Imran 105, QS Yunus 19, QS. Yunus 93, QS Huud 110, QS Huud 118, QS Al Jatsiyah 17.

      Jadi perpecahan yang mulai timbul di jaman Ali, bukanlah karena Ali itu orang yang tidak cakap memimpin, akan tetapi Ali tak memiliki kuasa sedikitpun juga untuk melawan ketetapan Allah. Ali pun sangat paham dengan hal ini.

      Perpecahan yang ada sekarang ini sudah di kabarkan Nabi SAW, karena sesuai dengan sunatullah di atas yaitu umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan.
      72 golongan, merekalah orang yang suka bergolong-golong dalam agama.
      1 golongan, mereka itu bukanlah orang yang suka bergolong-golong dalam agama.

      Bukan hal yang aneh, orang yang suka bergolong-golong dalam agama BEREBUT RIA memperebutkan satu (1) golongan itu dengan mengklaim bahwa golongan dirinya lah yang masuk sebagai Al-Jamaah.

      Pertanyaannya adalah, apakah mungkin Allah ridho dengan orang yang suka bergolong-golong dalam walaupun mereka mengaku sebagai Al Jamaah?

      Allah lebih mengetahui siapa yang akan di berinya petunjuk, dan siapa yang akan di sesatkan Allah.

      Hapus
  2. Akhi, jika HTI itu takut ama HDI lalu alasannya apa? jelaskan dong.. apa yang perlu ditakuti dari HDI? Jika yang diperjuangkan sama ya alhamdulillah. ada 1000 HDI juga alhamdulillah semakin dekat khilafah terwujud...

    BalasHapus
    Balasan
    1. khilafah tidak akan terwujud di indonesia

      Hapus
    2. ga di indonesia ya gpp lah mas, wong nanti klo tegak khilafah, ya cuma 1 itu, ga ada yg lain. negeri2 lain tinggal ikut aja, ga perlu deklarasi khilafah tandingan

      Hapus
  3. dan akhirnya al khathat yang saya hormati jadi pejuang demokrasi juga. semoga beliau sadar dan kembali pada thariqoh asalnya. pejuang islam yang terpercaya...

    BalasHapus
  4. Hmmm....
    Apapun Harokahnya... selama masih menggunakan cara yang salah, pasti Dzolalah....
    Hanya dengan "Metode Nubuwwah" InsyaAllah aman dari Dzolalah.... (Allahu A'lam...)

    BalasHapus
  5. Kalau udah dapet Khilafah-nya....ntar orang yang di Arab nanya...Man Huwa ? Hal Huwa min Qurays ?... Yah mendingan juga Sultan Yogya tuh yang Gelarnya udah " Sayidin Panatagama Khalifatullah " udah terbukti tuh Punya Pasukan, Punya Khalifah, pUNYA ad/art

    BalasHapus