Kamis, 03 Mei 2012

"HIZBULLAH", KHILAFAH ATAU ORGANISASI

Dialog lanjutan

BERSATU SETELAH MELEPAS BAJU GOLONGAN


  • Surjo Prabowo
    Sementara ini saya masih sibuk dengan group lain..., dan perdebatan ttg Hizbullah sbg KHILAFAH atau SEKEDAR ORGANISASI... juga belum ada titik temu. Dan saya rasa mungkin tidak ada titik temu, tapi nanti saya coba pelajari dahulu ULASAN2 dari kedua nara sumber dari pihak Hizbullah sendiri.



    Dan sampai saat ini saya masih tetap pada pendapat bahwa Hizbullah bukanlah KHILAFAH tapi sekedar organisasi semata. :-)



  • Ary Dwi Maaf...Sdr Surjo Prabowo sejak Islam dan tauhid di sampaikan Rasulullah Saw banyak sekali tanggapan baik kafirin Qurasy,Yahudi ataupun Nashara yang tidak mengakui kenabian nya,bahkan diantara mereka dengan keji melemparkan kata-kata hanya tukang sihir...Tapi Muhammad Saw sebagai pembawa risalah Allah tetap dengan santun dan lembut(Ruhama)menyampaikanya,walaukarihal kafirun,walaukarihal musyrikun...begitupun apa yang di emban dan diupayakan Hizbullah dan atau jamaah Muslimin, yang dengan sedaya uapaya berusaha berdiri ditengah antar golongan yang sudah ratusan abad di cekokin system mulkan adlan dan mulkan jabbariyah mengajak seluruh muslimin kembali kepada fitrahnya yakni ummatan wahidah dengan bersama-sama saling mengisi dan melengkapi kembali kepada ajaran tauhid seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw(khilafatan 'ala minhajin nubuwwah)tentu ini bukan pekerjaan yang easy..tapi yang perlu di garisbawahi disini adalah dengan ataupun tanpa pengakuan orang seperti anda atau yang lain bahwa Isyarat Rasulullah 
    قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ "Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku. (dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasu lullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang eng kau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?” Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka !” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama'ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqoh-firqoh itu semuanya, walaupun engkau sam pai menggigit akar kayu hingga kematian menjum paimu, engkau tetap demikian.” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Fitan: IX/65, Muslim, Shahih Muslim: II/134-135 dan Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah:II/475. Lafadz Al-Bukhari). dimana dalam keadaan ummat yang semakin memprihatinkan seperti kondisi saat ini harus tetap di amalkan.Jamaah muslimin open minded sejak ditetapinya, hal ini terbukti sejak ditetapinya dia senantiasa mencari tau adakah dibelahan bumi yang lain yang lebih awal mengamalkanya? karena sampai detik ini tidak ada jawaban dari pihak manapun makanya apa yang di isyaratkan Rasulullah tentang perjalanan muslimin dari masa kemasa sampai kembali kepada khilafatan 'ala minhajin nubuwwah saat ini yang mengamalkan baru jamaah muslimin.


  • Ary Dwi Awlnya Islam itu Ghariban dan kembali lagi di akhirnya (Wa akhiruhu) kembali ghariban...termasuk megembalikan system bersatunya Muslimin dalam wadahnya Jama'ah imamah Khilafah yang sudah dicontohkan dan dipraktekan Rasulullah yang tidak perlu rokyu kita mencari Nama yang sudah diberikan Allah dengan istilah apapun..karena Islam sudah sempurna artinya tidak perlu lagi di tambah apalagi di kurangi.hendaknya kita takut kepda Allah dalam mengkritisi FirmaNya dan tidak megikuti sifat Yahudy(QS.Ali Imran 100)


  • Surjo Prabowo sayangnya... TAK ADA KETEGASAN dari pihak Hizbullah yg menganggap kami para Pendukung Syariah Islam (Khilafah) sebagai firqoh-firqoh yg oleh Rasulullah SAW harus DIJAUHI. :-)

    kalau ada..., saya akhirnya bisa menilai apakah "Hizbullah" itu sebenarnya. :-)


  • Abu Azi Al Jayakarta Wahay Akhi Surjo Prabowo, Ketegasan itu bkan dr org perorg yg ada di Hizbullah atau pihak manapun, tp pada Dalil, Dan Insya Allah kami meng'amalkan ssuatu itu disebabkan ketegasan Dalil, bkn org per orgnya... Jadi Dalil yg Tegas skalipun tiada mengharapkan org per org tuk mengimani or meng'amalkanny... Allah tiada membutuhkan Makhluq... Justru sebaliknya Makhluq lah yg Membutuhkan Allah (Al Khaliq). Syari'at tdk membutuhkan manusia / individu2, individu2 itu apabila mengharapkan keselamatan, jalankanlah syari'at. Syari'at Gx perlu Pendukung. Peng'amal Syari'at itu sendiri yg mrs berkewajiban / berkebutuhan meng'amalkannya sebab dirinya ingin selamat... wallahu A'lam.


  • Surjo Prabowo itulah... yg saya sebut dgn TAK ADA KETEGASAN dari pihak "Hizbullah" (red: nama organisasi) sendiri. :-)

    maka... memang wajar jika saat ini saya tak berubah pendapat bahwa "Hizbullah"... HANYA-lah ORGANISASI semata... dan BUKAN KHILAFAH, karena belum memiliki wilayah yg dicontohkan oleh para Khulafaur Rasyidin.

    tapi tak apa..., saya tak akan memaksa pendapat saya bagi kalangan Hizbullah (red: nama organisasi). :-)

    hmm..., seandainya pihak "Hizbullah" (red: nama organisasi) BERANI NYATAKAN bahwa Pendukung Syariah Islam (Khilafah) sebagai firqoh-firqoh yg oleh Rasulullah SAW harus DIJAUHI...,
    maka otomatis "Hizbullah" (red: nama organisasi) itu memang pantas mendapat julukan...:

    === firqoh-firqoh yg oleh Rasulullah SAW harus DIJAUHI ===

    maaf. :-)

    Dan utk ULASAN2 yg sudah saya SORTIR..., insya Allah bisa saya tanggapi dengan baik. :-)


  • Arif Albisri Akhi Agus Zainal Asikin, Saya jadi teringat Firman Allah yang tidak menyangga perkataan orang- orang kafir, mengenai orang yang Fasik. (di"bungkus" sangat manis, yaitu menyangga perkataan orang-orang kafir tersebut, tetapi dengan tambahan kata - kata "Kecuali" .. Al-baqoroh 26....... sungguh indah dan maha benar Allah atas segala Firman-Nya).

    Terus apa hubungannya dengan pertanyaan akhi ? hem.. Dengan Al-Qur'an kita dapat menemukan jalan kebahagiaan, dan dengan Al-Qur'an pula kita bisa terjerumus dalam kenistaan. Itu jika kita Fasik.

    Sehingga, ketika kita berfaham kitalah yang paling benar tanpa di ikuti faham kita juga salah, maka kita tidak/kurang mau dinasehati.... Ingatkan sahabat Umar R.A. pernah menangis, takut ketika berbuat salah tidak ada yang mau menasehati.... itulah yang perlu kita fahami.

    Akhi Abu Dzakir, itu yang saya dapat Akhi, boleh diambil boleh tidak. ^_*. teling juga 2, hidung juga dua, ketika salah satu ditutup selama 1 jam saja, silahkan dicoba apa perubahan/keanehan/perbedaan apa yang terjadi dibanding jika terbuka kedua-duanya :)

    Saudaraku Surjo Prabowo, bagaimana kabarnya ? semoga Allah masih melindungi kita dari godaan syaiton (jin dan manusia) yang terkutuk.

    Akhi Ary Dwi, saya suka dengan kalimat ini :
    ........kembali kepada fitrahnya yakni Ummatan Wakhidah dengan bersama-sama SALING MENGISI dan MELENGKAPI, kembali kepada Ajaran Tauhid seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw.....

    ==> untuk menuju Ummatan Wakhidah diperlukan SALING MENGISI dan MELENGKAPI. Sodaqta.

    Akhi Abu Azi Al Jayakarta, Maaf menurut saya Syariat itu adalah Hukum. Hukum dibentuk karena ada permasalahan Manusia, Jika kalimatnya Hukum tidak membutuhkan manusia, yach berarti tidak ada Hukum (baik yang tertulis maupun tidak).

    Mengenai ketegasan yang dipermasalahkan Akhi Surjo Prabowo sebenarnya miss undestanding. Karena sejauh ini saya membaca Hizbullah juga penggerak Khilafah, keadaanya hampir sama dengan Akhi Surjo Prabowo (dan organisasinya). Hal semacan ini harusnya tidak saling menjauh, melainkan saling mendekat (merapatkan Shoft), yang mana nantinya menjadi satu jama'ah, menjadi Ummatan Wakhidan. .. InsyaAllah.



  • Abu Azi Al Jayakarta Semua yg tertera dlm diskusi ini adl sdh mjd opini publik seiring dgn klaim n fonis (trmsk hizbullah ai Jama'ah Muslimin ai Al Jama'ah ai Al Khilafah ai Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah adl Organisasi=mnrt akhina Surjo Prabowo n akhina Arif Albisri). Jadi yg ksmuanya itu adl kesimpulan msg2 yg (dianggap/diklaim) merujuk kpd Al Qur-an dan As Sunnah Ash Shahihah yg satu, Wahyu Allah Rabbul Izzati Yang Maha Satu, Sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasalam yg satu, jg jaminan mengikuti Sunnah Shahabat Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyyin yg satu Jama'ah dan jg satu Kepemimpinan Sentralnya, sbg wujud dr ummatan wahidah yg sesungguhnya... maka dari itu solusinya agar ummat tetap bersatu dalam menegakkan Islamnya adalah agar msg2 dr q,t bnr2 kembali kpd Allah dan Rasul Nya seutuhnya... dgn cara trs menerus mendekatkan diri kpd Allah dan mengkaji lbh dalam gy, jg jgn lupa instrospeksi diri mengapa sampai saat ini qt belum mau DIPERSATUKAN oleh ALLAH Subhanahu Wata'ala? dan tetap mjg shilaturahim diantara qt, slg nashihat menashihati dlm kebenaran dan keshabaran jg berlandaskan kasih sayang diantara sesama...


  • Surjo Prabowo ‎@Arif Albisri: insya Allah Mas. :-)

    @Abu Azi Al Jayakarta: kita memang prihatin dengan belum bersatunya umat Islam, tapi kita masih diberi kesempatan utk berusaha utk bersatu kembali seperti zaman Khulafaur Rasyidin. Dan salah satu usaha dari kami adalah PENEGAKKAN KHILAFAH.

    Dan jika usaha kami berhasil semoga saudara-saudara saya dari "Hizbullah" (red: nama organisasi) mau bergabung dengan kami... utk menuju pada SATU KHALIFAH... SATU KHILAFAH. :-)


  • Agus Zainal Asikin Surjo Prabowo;anda mengatakan jika usaha anda berhasil maka anda meminta "Hizbullah" untuk bergabung dengan anda,.menuju SATU KHALIFAH...SATU KHILAFAH,..yang anda maksud itu khalifah yang mana,.?

    Lantas usaha apa yang anda Wujudkan untuk menegakkan Khilafah,Sementara anda baru berandai-andai ,berangan-angan atau berhayal untuk menegakkan khilafah,..

    Dan anda mengatakn"Hizbulloh" hanyalah sebuah (Organisasi) yang tidak mempunyai kekuasan dsb,apakah Rosulullah pada sa,at membangun "Al-jama'ah" itu dengan kekuasaan dulu,atau Bagaimana menurut anda..

    Lalu bagaimana dengan keberadaan Jama'ah Muslimin (Hizbullah) yang sudah mengamalkan "Al-jama'ah"dalam wujud Khilafah 'ala minhajin nubuwwah apakah menjadi BATAL,..?



  • Abu Azi Al Jayakarta Agus Zainal Asikin, Kt ta' perlu mnanggapi Vonis & Klaim Orang Yg Blm Bsama-2 Kt Dlm 1 shaf, Dlm Wadah Yg Allah & RasulNya Tunjukkan jg Contohkan, serta di'amalkan oleh Shahabat Khulafaur Rasyidin Al Mahdiyyin Dgn Sistemnya Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwwah, Biarlah Saudara2 Kita ini Mpunyai Ksimpulan dri 'ilmu yg mrka jg meruju' kpd Al Qur-an dan As Sunnah. Mrka mterjemahkan bhw Khilafah hrslah ditegakkan oleh usaha mrka dikrnkan Khilafah Yg Tlh ada mnurut kajian mrka bkanlah khilafah tapi nama organisasi krn blum memenuhi kriteria, Imaamul Muslimin yg tlh kt Bai'at bkanlah sorang Khalifah, Mmg betullah anggapan mrk atas apa yg mrk mmg tiada membai'at imaam yg tlh kt Bai'at, Imaamul Muslimin adalah berlaku bg yg tlh membai'atnya... atau orang yang mengakuinya saja walau tdk membai'atnya... sbgmn dijaman Perjanjian Hudaibiyah, dmn pr Shahabat mghendaki kalimat yg tertera adl Muhammad Rasulullah, sementara org2 Musyrikin Quraisyin mghendaki Muhammad Bin Abdullah, Dan Rasulullah menyetujui nya yg dr Quraisyin tsb. Walau pr shahabat geram, Apakah yg dpt qt ambil pelajaran dr kisah itu?... Muhammad Rasulullah adalah bg mrk yg bersyahadat (mengakui) kerasulan Muhammad, Bg Mrk yg Quraisyin tentuny dikarenakan mrk tiada berbai'at kpd Rasulullah, mrk cukuplah mengatakan Muhammad Bin Abdullah... Kerasulan Muhammad bukanlah yg mrk kehendaki krn tiada memenuhi syarat / kriteria, dlm pandangan mrk. Adapun tugas kt hanyalah sekedar menyampaikan bkn mengimankan... mengajak bkn memaksa, menyeru bkn menggurui dlsb... wallahu a'lam bish shawab...


  • Arif Albisri Akhina Abu Azi Al Jayakarta, memang salah satu masalah kita (ummat islam) saat ini adalah saling mengklaim, disini pula "akar masalah" yang perlu dan harus di pelajari terus menerus, dengan cara seperti yang anda seruhkan diatas,

    Semoga kita semua (termasuk saya secara pribadi) diberi petunjuk dan ada panggilan (krentek) hati untuk saling bahu membahu, saling mengisi kekurangan, bersatu menjadi ummatan wakhidan... Aamiin yaa robbana, yaa Robbal 'alamiin.

    Akhi Surjo Prabowo, Terima kasih. Tetapi apa yang anda statementkan kepada akhi Abu Azi, merupakan bentuk individu yang tidak mau menyatu atau saling menyatu dengan yang lainnya. Jika Anda dan "maaf" organisasi anda semua beridealisme seperti anda, saya sangat yakin Persatuan akan sulit ditegakkan.

    Akhina Agus Zainal Asikin, Kita semua memang akan terasa berat menanggalkan baju kesayangan kita, baju yang kita anggap sangat baik bagi kita, baju yang dapat melindungi dan mengayomi kita, mungkin hal itu juga terjadi kepada Paman nabi Muhammad s.a.w. yaitu Abu Tholib, sehingga sampai akhir hayat beliau tidak bisa bersyahadat. ......Mengenahi Akhi SP, menurut saya, beliau hanya ingin sebuah bukti yang saat ini memang "ghoriib", tapi saya yakin jikalau tabir "ghoriib" ini segera dibuka Allah s.w.t., beliau akan mengikuti petunjuk itu. InsyaAllah.



  • Surjo Prabowo ‎@Arif Albisri: hmm... saya tidak tahu pasti dan gak mau memvonis ini itu.
    Tapi memang umat Islam sudah seharusya hanya punya SATU KHILAFAH dan SATU KHALIFAH. :-)

    @Abu Azi Al Jayakarta: yaah benar... tugas kt hanyalah sekedar menyampaikan bkn mengimankan... mengajak bkn memaksa, menyeru bkn menggurui dsb.
    PARA IKHWAN YANG MEMBACA SILAHKAN SIMPULKAN SENDIRI.  (Abu Dzakir)
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar