Kamis, 19 Januari 2012

JAMA'AH MUSLIMIN AKAN KE PALESTINA LEWAT JALUR DARAT

Longmarch Cinta Al-Aqsha

 
 
 

Hidayatullah.com--Perjuangan umat Islam membela Masjid Al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan dari penjajahan Zionis Israel bukanlah perjuangan politik, melainkan perjuangan atas nama iman (kepada Allah SWT).
Atas dasar itulah Palestina wajib dibela.
Demikian disampaikan Wakil Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Abul Hidayat saat berorasi di hadapan ribuan kaum Muslimin berkaos putih-putih.
Abul Hidayat juga menganggap bahwa pembelaan tersebut bukan atas dasar etnis atau nasionalisme sempit.
“Tapi bersifat kemanusiaan yang universal,” tegasnya berapi-api.
Saat itu, sekitar 4.000 umat Islam sedang mengikuti rangkaian Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha (GJCA) yang dimotori oleh Jama’ah Muslimin lewat Aqsa Working Group (AWG). GJCA dilaksanakan secara estafet sejak Kamis malam (12/1/12) sejauh kurang lebih 219 km dari Sumedang-Bandung, Jawa Barat lalu berakhir di Monas, Jakarta. Pada aksi longmarch tersebut, massa menuntut Zionis Israel segera hengkang dari Palestina tanpa syarat.
Longmarch Cinta Al-Aqsha dimaksudkan untuk sosialisasi penyadaran dan membangkitkan ruhul jihad (semangat juang) umat Islam agar lebih mencintai dan memiliki tanggung jawab bersama dalam upaya menuntut pembebasan Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman penjajah,” terang seorang panitia membacakan siaran pers Jama’ah Muslimin di depan peserta yang berjubel di silang Monas barat daya, depan Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Minggu (15/1/2012).

Melalui gerak jalan selama tiga hari, diharapkan tersiar pesan moral yang kuat pada dunia bahwa masalah di Palestina bukan semata tanggung jawab warga Palestina, lanjut pembicara pada acara yang dihadiri oleh Pimpinan Ma’had Tahfidz Daar al-Qur’anul Karim was Sunnah, Gaza, Syeikh Prof DR Abdurrahman Al-Jamal itu.
Peserta GJCA tidak hanya berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, tapi juga dari berbagai belahan Pulau Sumatrea seperti Lampung, Jambi, Palembang dan Aceh. Juga dari Kalimantan  Barat, Kalimantan Timur dan Ternate.
Turut pula peserta dari luar negeri, yaitu Gaza (Palestina), Malaysia, dan China.
Imam Muhammad, partisipan dari daerah Lampung mengaku senang bisa ambil bagian dalam gelaran ini. Menurutnya, perjuangan dengan aksi di jalan tersebut sebagai langkah awal untuk pembebasan Al-Aqsha.
“Meski jauh, tetap semangat,” ujar remaja kelahiran Kalimantan Timur yang kakinya tampak lecet-lecet akibat gesekan sepatu setelah berjalan berkilo-kilo meter.

Lewat Jalur Darat
Longmarch Sumedang-Bandung merupakan rangkaian awal dari rencana Global March to Jerusalem (GMJ) melalui jalan darat. Rute yang ditempuh dari Indonesia, Malaysia lalu negara-negara di kawasan Asia untuk kemudian bergerak menuju Jerusalem sekitar Maret 2012 nanti.
“Dilanjutkan dengan program umrah plus ziarah ke Al-Aqsha dan membawa bantuan langsung untuk warga di sana,” lanjut panitia.
Pada GMJ nantinya, direncanakan Jama’ah Muslimin bersama umat Islam Indonesia akan mengerahkan ratusan ribu kaum muslimin di seluruh dunia untuk berbondong-bondong berkunjung ke Masjid Al-Aqsha dan melihat langsung kondisi kiblat pertama umat Islam tersebut.*
Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Syaiful Irwan

1 komentar:

  1. ya Allah, izinkan kami untuk bisa berziarah kemasjidil aqsho, amin.

    BalasHapus