Selasa, 29 Januari 2013

INDONESIA AKAN MENJADI PERADABAN ISLAM


(PENGAWAL KHILAFAH) – Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi dalam acara Seminar Pengelolaan Dana Umat di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (29/1) mengatakan Indonesia akan menjadi pusat peradaban Islam di masa yang akan datang.


“Insya Allah Indonesia akan menjadi pusat peradaban Islam,” kata Yuslam di depan peserta seminar yang mayoritas adalah pelaku, pengamat dan mahasiswa ekonomi syariah.
Keyakinan Yuslam ini disebabkan data hasil penelitian yang dimilikinya. Data itu menunjukkan bahwa umat Islam yang lebih taat beribadah dari seluruh populasi umat Islam di seluruh benua adalah umat Islam di Asia Tenggara. Dan 88 % umat Islam Asia Tenggara itu ada di Indonesia. Timur Tengah yang terbagi ke dalam 16 negara, populasi umat Islamnya tidak lebih banyak dari Indonesia. Data itu juga menunjukkan, Muslim Indonesia lebih rajin beribadah dan pergi ke masjid dibandingkan Muslim di Timur Tengah.

Tidak hanya itu alasan Yuslam, karena faktanya pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah yang paling stabil di dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga yang paling pesat ketiga di dunia setelah Cina dan India.

Seiring dengan itu, perkembangan Perbankan Syariah yang pesat membuat banyak sekali sektor industri yang ikut tergerak. Jika dibandingkan dengan negara serumpun Malaysia, sejak 2007 perkembangan Bank Syariah Indonesia jauh lebih cepat. Hal ini juga dibuktikan oleh Bank Syariah Bank Indonesia yang tahun kemarin mendapat penghargaan sebagai bank terbaik dalam keuangan syariah yang sebelumnya dipegang oleh Malaysia delapan tahun berturut-turut.
“Para pengamat ekonomi meyakini 10 sampai 40 tahun ke depan, ekonomi Indonesia menjadi yang terkuat di dunia. Ini memberi dampak kepada perekonomian syariah. Dan penikmatnya mayoritas umat Islam,” kata Yuslam yang juga sebagai Ketua Kompartemen Perbankan Syariah Persatuan Bank Nasional (Perbanas).

Menurutnya, jika umat Islam semakin kaya, maka perkembangan ekonominya semakin tinggi. Karna itu ia menghimbau para ulama untuk belajar ekonomi syariah.

“Kiai-kiai kita sudah sewajibnya belajar muamalah syariah. Ini sangat penting untuk pendewasaan persyariahan kita,” tambahnya.

Hal ini sejalan dengan apa yang pernah dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Hatta Radjasa di hadapan para anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di akhir tahun 2012.

Peradaban mengalami pasang surut. Tugas pokok kita sekarang adalah membangun peradaban IslamKita harus berani mengambil peran sentral dan strategis dalam membangun peradaban Islam,” kata Hatta. (ABU DZAKIR).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar