Jumat, 11 Januari 2013

RELAWAN INDONESIA BERJUANG MELAWAN SUHU EKSTRIM JALUR GAZA

(PENGAWAL KHILAFAH) - Suhu ekstrim musim dingin di timur tengah sedang berada pada puncaknya.  Hal ini ikut di rasakan oleh 27 relawan asal Indonesia yang sedang bertugas membangun Rumah Sakit Indonesia di jalur gaza Palestina.

Kedatangan Musim dingin di jalur gaza  sudah terasa sejak  pertengahan September 2012 lalu. Namun sejak 7 hari belakangan ini kondisinya semakin ekstrim sampai-sampai pemerintah lokal memberlakukan larangan keluar rumah bagi warga jalur gaza yang beratnya kurang dari 60 Kilo gram karena khawatir tehempas angin yang kecepatannya mencapai 100 km/jam.
Hasil pantauan tim MINA hari Rabu, jalan-jalan utama Jalur Gaza terlihat lengang dari kesibukan warga. Hampir tidak terlihat serakan sampah di jalan jalan karena angin yang datang dari arah barat palestina ini menerbangkan semua benda  yang dijumpainya. Meskipun beberapa toko perbelanjaan terlihat tetap beraktivitas namun mayoritas toko –termasuk para pedagang kaki lima- menutup kios kios mereka. 
 
Cuaca dingin yang terbilang sangat ekstrim ini tentu saja menjadi halangan tersendiri bagi para relawan Indonesia di Jalur Gaza yang mana bagi mayoritas dari mereka ini merupakan pengalaman pertama. Angin kencang serta suhu yang mencapai 6˚ Celcius ini membuat mereka harus mengenakan paling sedikit 3 rangkap baju demi mengurangi rasa dingin yang mereka rasakan. 

"Saya sampai memakai baju 6 rangkap hari ini," ungkap Mulyadi, salah satu relawan. 

Selain memberatkan kondisi kesehatan mereka, hembusan super kencang angin kali ini juga semakin memberatkan kerja mereka karena harus memasang ulang salah satu tembok baru yang roboh terhempas angin musim dingin tersebut.

Sumber resmi setempat mengatakan puncak musim dingin kali ini masih akan berlanjut hingga beberapa hari kedepan. Sementara musim dinginnya diperkirakan akan meninggalkan jalur gaza pada akhir februari mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar