Kamis, 10 Januari 2013

MASUK SURGA KARNA AMAL ATAU RAHMAT ALLAH?



    • Mau nanya sama ustad2 disini. Masuk surga itu karena rahmat Allah atau karena amal perbuatan kita??


  • Ayi Hidayat Baharuddin Kita masuk surga semata-mata karena rahmat Allah.
  • Arya Abie Adham iyaaa itu pak Ayi Hidayat Baharuddin... ada haditsnya... 

  • Sanji Smoker haditsnya ane emang pernah denger. cuman ada juga ayat al-quran yg bunyinya seperti ini. 
    Allah berfirman:

    الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    orang-orang yang diwafatkan DALAM KEADAAN BAIK oleh para malaikat mengatakan kepada mereka (dihari kiamat kelak): “Salaamun’alaikum, MASUKLAH kamu ke dalam SURGA itu DISEBABKAN APA YANG KAMU KERJAKAN”.

  • Willy Versace kita bs melakukan amal perbuatan baik itu adalah krn Rahmat Allah,jd dgn sndirinya klo dikatakn masuk sorga krna amal baik tu pada hakekatnya jg sama saja msk sorga krn rahmat Allah

  • Sanji Smoker ya ya, penjelasan yg sangat baik mas Willy Versace. apa nte punya dalil yg menguatkan penjelasan nte diatas? 


  • Arya Abie Adham "Tidak ada seorangpun diantara kamu yang akan masuk surga lantaran amal ibadahnya. Para sahabat bertanya: Engkau juga tidak wahai Rosululloh ? Nabi SAW menjawab : Saya juga tidak, kecuali kalau Alloh melimpahkan kepadaku karunia dan rohmat kasih sayangNYA"
  • Dwi Sulistiyo Nugroho bagaimana jika kita hapus saja kata 'atau' & 'tanda tanya' dalam status diatas sehingga kita bisa segera mulai melakukan perbuatan yang mendapat Rahmat Allah. .

  • Sanji Smoker Mas @Arya Abie Adham : hadits diatas kalau dilihat seperti yg bertentangan dengan firman Allah : 

    الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    orang-orang yang diwafatkan DALAM KEADAAN BAIK oleh para malaikat mengatakan kepada mereka (dihari kiamat kelak): “Salaamun’alaikum, MASUKLAH kamu ke dalam SURGA itu DISEBABKAN APA YANG KAMU KERJAKAN”.

    bagaimana biar bisa menyambung? 


  • Arya Abie Adham "APA YANG KAMU KERJAKAN" yang menyebabkan masuk surga.. adalah limpahan rahmat dan kasih sayang Allah semata... insyaAllah begitu... 

  • Dwi Sulistiyo Nugroho iya, karena memang perbuatan manusialah yang menyebabkan turun atau tidaknya Rahmat Allah kepada manusia. .
    hehe, ini pemahaman saya. .

  • Sanji Smoker komentar mas Dwi Sulistiyo Nugroho mungkin bisa diperkuat oleh hadits ini. Rasulullah saw bersabda :
    اِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْنـِّيَّاتِ وَاِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ
    هجْرَتُهُ الَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ (رواه البخاري
    ‘Sesungguhnya segala perbuatan tergantung kepada niat, dan setiap manusia akan mendapat sekadar apa yang diniatkan, siapa yang hijrahnya (tujuannya) karena Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya itu adalah karena Allah dan Rasul-Nya (berhasil)’. (HR. Bukhori).


  • Davian Harunizer Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Baariy (secara makna):

    “Seseorang itu tidak masuk surga karena amalnya; akan tetapi karena rahmat Allah kepadanya. Sehingga apabila Allah merahmati hambaNya, maka ia akan memberinya taufiq untuk BERIMAN serta BERAMAL SHALIH, istiqamah diatasnya, dan sehingga mematikannya diatasnya; sehingga dengan sebab itu ia masuk surga.”

    Karena Allah berfirman:

    الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Orang-orang yang diwafatkandalam keadaan baik oleh para malaikat mengatakan kepada mereka (dihari kiamat kelak): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang kamu kerjakan.

    (QS an Nahl: 32)

    dan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

    وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَبْلَ مَوْتِهِ

    Jika Allah menginginkan kebaikan atas seorang hamba maka Ia akan membuatnya beramal sebelum kematiannya”

    para sahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimana Allah membuatnya beramal?”

    beliau bersabda:

    يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ ثُمَّ يَقْبِضُهُ عَلَيْهِ

    “Memberinya taufik untuk beramal kebaikan, setelah itu Dia mewafatkannya.”

    (HR. Ahmad, haitsamiy; shahiih)

    Maka apabila seseorang yang beriman dan beramal shalih; istiqamah diatasnya, dan mati diatasnya, sehingga ia masuk surga karenanya; maka ini semua disebabkan karena RAHMAT ALLAH kepadanya.

    Seandainya Allah tidak memberi taufiq kepada hambaNya untuk beriman, beramal shalih, dan mati diatasnya (malah mati diatas kekufuran, na’uudzubillah); maka selamanya ia tidak akan masuk surga, bahkan akan kekal di neraka.2 Maka kita sangat membutuhkan rahmatNya ini.

  • Willy Versace mas bro sanji..dalilnya disamping dalil yg mas davian dah sampaikn,jg sperti kita ketahui bhwa ajaran islam itu sndiri adalah Rahmat Allah ntk alam smesta,maka barang siapa melakukan amal baik dikarenakn dan sesuai dgn tuntunan ajaran islam,dgn sndirinya dia tlah mendapat Rahmat Allah

  • Ayi Hidayat Baharuddin Adalah tidak mungkin perkataan Rasulullah shollallahu 'alaihi wasalam yang dibimbing oleh wahyu itu bertentangan dengan firman Allah. Yang paling mungkin, adalah kita yang tidak dapat memahami firman Allah dan penjelasan RasulNya dengan baik dan benar.

    Adalah benar, bahwa seluruh amal ibadah kita itu tidak dapat menjadikan kita masuk surga, kecuali dengan rahmat Allah. Hal itu telah dijelaskan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasalam dalam haditsnya:

    Dari jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Saya pernah mendengar Nabi sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Amal saleh seseorang diantara kamu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga dan tidak dapat menjauhkannya dari azab api neraka dan tidak pula aku, kecuali dengan rahmat Allah." (H.R. Muslim, Shahih Muslim: II/528).

    Dari Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam telah bersabda": "Amal saleh seseorang diantara kamu sekali-kali tidak dapat memasukkannya ke dalam surga." Mereka (para sahabat) bertanya, "Ya Rasulullah, tidak pula engkau?" Rasulullah menjawab, "Tidak pula aku kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya kepadaku." (H.R. Muslim, Shahih Muslim: II/528).

    Lalu bagaimana dengan firman Allah yang satu ini?

    الَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا۟ الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 

    (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". ﴾Q.S. An Nahl (16):32﴿.

    Jawabannya ada pada hadits yang satu ini:

    عن النعمان بن بشير رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "الجماعة رحمة والفرقة عذاب"."

    Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda: “al-Jama’ah itu adalah rahmat dan perpecahan (perselisihan) adalah adzab”. (H.R. Imam Ibnu Abi ‘Ashim, dalam as-Sunnah. Imam Ahmad, Musnad Ahmad: IV/278, Silsilah Ahaditsus Shahihah No.667).

    Jadi, satu pekerjaan yang mendatangkan rahmat Allah sehingga dengan itu kita masuk surga, adalah bersatu dalam menegakan Islam ini dengan Al-Jama'ah. Hal ini sejalan dengan penjelasan Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam yang lain, dimana bersatunya umat itu, pahalanya lebih besar daripada shalat dan shaum.

    “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan saum?” tanya Rasulullah kepada para sahabat.”Tentu saja,” jawab mereka. Rasulullah pun menjelaskan, “Engkau damaikan orang yang bertengkar, menyambung persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, dan menjembatani berbagai kelompok dalam Islam serta mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Adapun orang-orang yang tetap di dalam perpecahan, dan bertahan dengan golongan-golongan yang tidak diperintahkan oleh Allah dan RasulNya, maka sesuai dengan hadits tentang Al-Jama'ah di atas, mereka terjatuh ke dalam adzab dan hilanglah semua pahala shalat dan shaum yang telah mereka amalkan. Hal ini dengan tegas telah dijelaskan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasalam pada hadits berikut ini:

    Dari Haris Al-Asy’ari radiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam telah bersabda": “Aku perintahkan kepada kamu sekalian (Muslimin) lima perkara, sebagaimana Allah telah memerintahkan aku dengan lima perkara itu; bil-Jama’ah (dengan Al-Jama’ah), wa bisam’i (dan dengan mendengar), wa tho’at (dan taat), wal hijrah (dan hijrah), wal jihad ( dan jihad fi sabilillah). Barang siapa yang keluar dari Al-Jama’ah sekedar sejengkal saja, maka sungguh terlepas ikatan Islam dari lehernya sampai dia kembali (kedalam Al-Jama’ah). DAN BARANGSIAPA YANG MENYERU DENGAN SERUAN JAHILIYAH, MAKA IA TERMASUK GOLONGAN YANG BERTEKUK LUTUT DALAM NERAKA JAHANAM". Para shahabat bertanya : “ Ya Rasulullah, bagaimana jika mereka tetap shaum dan shalat?” Rasulullah bersabda : “SEKALIPUN IA SHAUM DAN SHALAT DAN MENGAKU DIRINYA MUSLIM, maka panggilah oleh orang-orang muslim itu dengan nama yang telah Allah berikan kepada mereka; “Al-Muslimin, Al-Mukminin, hamba-hamba Allah ‘Azza wa Jalla".” (H.R. Ahmad Bin Hambal, Musnad Ahmad : IV/202, At-Tirmidzi Sunan At-Tirmidzi Kitabul Amtsal, bab Maa Jaa fi Matsalis Shalati wa Shiyami wa Shodaqoti :V/148-149 No.2263. Lafadz Ahmad).

    Apa yang dijelaskan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasalam di atas, sejalan dengan firman Allah berikut ini:

    قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمٰلًا 

    Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" ﴾Q.S. Al Kahfi (18):103﴿.

    الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيَوٰةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا 

    Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. ﴾Q.S. Al Kahfi (18):104﴿.

    أُو۟لٰٓئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَآئِهِۦ فَحَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًا 

    Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. ﴾Q.S. Al Kahfi (18):105﴿.

    Jadi, marilah kita perbaiki hubungan diantara sesama muslimin yang telah terpecah belah ini, dan mari kita kembali bersatu dalam menegakan Islam dengan Al-Jama'ah, karena di dalam Al-Jama'ah itulah terdapat rahmat Allah yang dengan rahmat Allah itu kita dapat masuk surga.

  • Papa Lani karena amal yang diridhoi oleh Allah SWT makanya masuk sorga. Tanpa beramal tidak mungkin masuk surga. Walaupun pada akhir nya masuk surga juga setelah penyucian dosa dulu di neraka. Sekarang banyak orang melakukan berbagai amalan tapi belum tentu diridhoi oleh Allah seperti amalan Bid'ah. Nampak seperti amalan padahal hanya bid'ah.

  • Yusmecca Olweison nih.... baca sobat

    Dengan nama Allah yang Maha Baik.

    Kemarin waktu sholat jumat, sang khotib menceritakan sebuah hadits tentang seseorang ulama yang hendak masuk surga. 

    Allah berkata "Wahai malaikat, masukkan dia ke surga karena rahmat-KU"
    Sang ulama protes. "Kenapa karena rahmat-Mu? Bukankah aku telah banyak berbuat amal sholeh?". 
    Lalu Allah berkata "Kalau begitu, wahai malaikat! coba timbang besar mana nikmat matanya dengan amal sholehnya selama ini!" 
    Setelah ditimbang ternyata masih berat nikmat mata. Sang Ulama langsung memohon ampun atas kekeliruannya dan akhirnya masuk surga.

    Kemudian sang khotib menyimpulkan kita masuk surga bukan karena amal sholeh yang telah kita lakukan tapi karena nikmat Allah. Tadi pagi lihat sebuah buku di Toko Buku yang berjudul "Masuk Surga Tanpa Hisab". Buku tersebut juga menceritakan hadist yang sama.

    Cerita yang bagus untuk sebuah motivasi. Namun sayang, sedikit bertentangan dengan Al-Qur'an. Banyak ayat dalam Al-Quran yang menyatakan kita dimasukkan ke surga disebabkan amal sholeh yang kita lakukan.

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka bagi mereka surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. (Q.S As Sajadah (32) :19)

    ….tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka Itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang Tinggi (dalam syurga). (Q.S. Saba' (34) : 37)

    ….dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (Q.S. Al-A'raf (7) : 43)

    ….masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. An-Nahl (16) : 32)

    Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. (Q.S. Adz-Zukhruf (43) : 72)

    Kita masuk neraka juga akibat perbuatan kita sendiri :

    ….Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. (Q.S. Al-An'am (6) : 70)
    ====================== penjelasannya >>>
    Secara langsung perbuatan kitalah yang mengantarkan kita ke surga atau neraka. Tapi perlu diingat bahwa kita dapat berbuat baik adalah berkat nikmat berupa petunjuk dan bimbingan dari Allah. Kalau bukan karena nikmat (petunjuk) dari Allah tentu kita bisa tersesat dari jalan yang lurus. Jadi bisa dikatakan secara tidak langsung kita masuk ke dalam surga karena rahmat Allah SWT (atau lebih tepatnya karena nikmat Allah).

    "Jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)" (Q.S. Ash-Shaffaat (37) : 57)

    Nikmat yang mana? Karena ada banyak nikmat Allah. Tentu saja yang dimaksud adalah nikmat berupa petunjuk kepada iman dan islam. Bukankah nikmat terbesar kita saat ini adalah nikmat iman dan islam?

    "….Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku padamu dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu." Q.S. Al-Maidah (5) : 3

    "... Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui
    lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Al Hujurat (49) : 7-8

    "...takutlah kepada-Ku dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk". (Q.S. Al-Baqarah (2) :150).

    Jadi kesimpulannya, Jika dikatakan kita masuk surga karena rahmat (nikmat) Allah adalah benar. Tapi jika dikatakan kita masuk surga BUKAN karena amal sholeh yang kita lakukan adalah salah. Amal sholeh adalah penyebab langsung sedangkan nikmat Allah adalah penyebab tidak langsung. Bukankah kita bisa beramal sholeh juga karena nikmat Allah berupa iman, Islam, nikmat kehidupan dan kesehatan? 

    wallahu musta'an


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar