Rabu, 31 Oktober 2012

RUPIAH MAKIN TAK ADA HARGANYA, AYO BERALIH KE DINAR-DIRHAM

Rupiah Makin Tak Ada Harganya, Ayo Beralih ke Dinar-Dirham, Ini Fakta & Alasannya


Catatan AGUNG PRIBADI–Historivator–
Uang Emas & Perak, Dinar & Dirham

PENGAWAL KHILAFAH: Tanggal 30 Oktober adalah Hari Oeang Republik Indonesia yang ke-66.
Dalam pasal 1 Undang-Undang tentang pengeluaran Uang Republik Indonesia (1) Undang-Undang Nomor 17 tahun 1946 disebutkan 10 rupiah sama dengan 5 gram emas. Berarti 1 gram emas = 2 rupiah. Sekarang, 66 tahun kemudian, 1 gram emas sama dengan kira-kira 600.000 rupiah, berarti uang rupiah sudah menyusut menjadi 1/300 nya.

Sejak krisis moneter tahun 1997 dan krisis ekonomi-politik tahun 1998 lahir slogan “AKu Cinta Rupiah”. Slogan ini digembar-gemborkan oleh Presiden Soeharto dan kroni-kroninya yang menyimpan tabungan dalam bentuk dollar dan property. Sebuah ironi bukan? Sekarang mari kita lihat fakta sebenarnya apa yang terjadi.

Fakta pertama:
Sebelum krisis moneter 1997 terjadi harga telur ayam di Jakarta adalah Rp 2.000/kg. Namun beberapa bulan setelahnya nilai rupiah terhadap dollar merosot seperempatnya (dari Rp 2.500 menjadi Rp 10.000 per USD), harga telur menjadi Rp 7.500/kg. Dan pada awal 2005, harga telur Rp 8.000/kg.
Maka, selama kurun 8 tahun, nilai rupiah (nilai berdasarkan daya belinya) telah turun tinggal 25%-nya. Jadi jika kita memiliki Rp 100.000 pada 1997 kita bisa membeli 50 kg telur. Pada 2005 uang yang sama hanya bisa untuk membeli 12,5 kg telur saja. Pada bulan Desember 2011 dgn Rp 100.000 hanya bisa membeli5,9 kg telur (1 kg telur ayam harganya Rp 17.000). Uang rupiah makin tidak ada harganya.

Fakta Kedua:
Ketika awal kuliah tahun 1991 saya beli 1 porsi nasi goreng atau warteg Rp 800. Sekarang 1 porsi nasi goreng atau warteg harganya Rp 8.000, berarti setelah 20 tahun nilai rupiah sudah menyusut menjadi 10%-nya.

Fakta Ketiga:
Tahun 1982 ayah kami membeli rumah di Cengkareng Jakarta Barat seharga Rp 15 juta. Pada 2003 kami menjual rumah yang sama (padahal yang ditaksir dandijual hanya tanahnya) seharga Rp 150 juta. Berarti dalam 21 tahun nilai rupiah sudah menyusut tinggal 10%-nya.
Fakta Keempat:
Sekitar tahun 1965 (sebelum krisis ekonomi) ayah saya meminjamkan uang kepada saudaranya sebesar Rp 1 juta. Setelah ribut sana ribut sini tahun 1985 dibayar sama saudaranya sebesar Rp 1 juta juga.
Ayah saya merasa tak adil karena uang 1 juta pd tahun 1965 bisa untuk membeli rumah, sementara uang 1 juta pada tahun 1985 tidak bisa untuk membeli rumah.
Coba kalau ayah saya meminjamkan misalnya 5 kambing, nanti kalau utang dibayar dalam bentuk 5 kambing juga pada tahun 1985, maka akan terjadi keadilan.
Nah, 5 kambing itu sama dengan 5 Dinar. Nilai berdasarkan daya beli 5 dinar akan tetap sama dengan 5 kambing. Maka di sini tidak perlu membungakan uang(riba) tapi akan tetap berkeadilan. Oh, indahnya Islam… Uang dinarnya juga tetap akan cukup untuk membeli rumah.
Ini dalil bahwa 1 dinar selalu cukup untuk membeli 1 kambing:
”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Sayamendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanah pun, ia pasti beruntung’,” (HR Bukhari).

Fakta Kelima:
Awal 1970-an 1 dinar (emas 4,25 gram 22 karat) kira-kira Rp 8.000. Pada tanggal 26 Desember 2011, 1 dinar = Rp 2.237.555, setelah kira-kira 40 tahun harga dinar meningkat 279,7 x lipat berarti rupiah menyusut tinggal 1/279,7-nya atau tinggal 0,3%-nya.
Setelah melihat fakta-fakta di atas maka kita akan beralih ke mana? Ke dollar Amerika? Dollar Amerika pun sudah terkena inflasi berkali-kali selama puluhan tahun. Jadi kita beralih ke apa?
Ada mata uang yang tidak terkena inflasi bukan hanya puluhan tahun, bahkan selama 1400 tahun lebih pun mata uang ini terbukti tidak terkena inflasi. Lihat hadits di atas 1 dinar selalu cukup untuk membeli 1 kambing. 1400 tahun lebih kemudian 1 dinar (per 26 Desember 2011 = Rp 2.237.555), cukup untuk membeli 1 kambing yang sangat besar dan gemuk sekalipun.
Berarti dinar tidak terkena inflasi. Dirham juga. 1 dirham selalu cukup untuk membeli 1 ayam. Setelah 1400 tahun lebih 1 dirham (per 26 Desember
2011 = Rp 72.000) cukup untuk membeli 1 ayam.

Subhanallah. MASIH MAU PEGANG RUPIAH atau mata uang lainnya? Ayo beralih ke dinar-dirham!
http://salam-online.com

Klik Juga:

MENGENAL ZAKAT EMAS DAN PERAK

BETAPA BERBAHAYANYA MENINGGALKAN ZAKAT

KEUNGGULAN DINAR & DIRHAM

SEMUT-SEMUT NAN PERKASA

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar